Showing posts with label Food scince. Show all posts
Showing posts with label Food scince. Show all posts

Thursday, 25 November 2021

Materi Hygiene Perorangan SMK APHP

 


Hygiene perorangan

Kali ini saya akan menulis tentang ruang lingkup hygiene individu ( perorangan) yang sangat penting peranannya dalam mencegah keracunan dalam pengolahan pangan.

Materi ini saya ambil dari " Pengantar ilmu pangan, nutrisi dan mikrobiologi" Karya P>M Gaman dan K.B sherrington.

Hal hal apa saja yang perlu diperhatikan berkaitan dengan hygiene perorangan dalam pengolahan pangan?.  Silahkan cermati ulasan di bawah ini.

Hygiene perorangan mencakup semua aturan hygiene yang menjadi tanggungjawab individu dan semua pengelola makanan, harus mempunyai pengetahuan dasar tentang pengetahuan dasar tentang peraturan tersebut.

Hygiene perorangan meliputi:

1. Pencucian tangan

Banyak alasan kenapa harus sering mencuci tangan selama dalam pengolahan makanan,  karena tangan ini merupakan bagian tubuh yang sering kontak dengan barang atau alat lain sehingga rawan kotor/kontaminasi.

Kapan kita harus mencuci tangan?

a.  Sebelum mengelola pangan di dapur.

      Hal ini untuk menghindari terkontaminasinya makanan oleh Staphylococcus aureus yang dapat menempel pada kulit.

b. Diantara operasi pengolahan pangan

     Ini untuk mencegah kontaminasi silang dari semua tipe bakteri penyebab keracunan pangan dari bahan mentah ke bahan yang sudah diolah.

c.  Setelah buang hajat dan sebelum meninggalkan ruang pencuci

     ini untuk mengurangi resiko perpindahan bakteri seperti  Salmonella dan Clostridium perfringens dari tinja dan pegangan pintu.

d.  Sesudah merokok, batuk dan bersin dan sesudah menggunakan sapu tangan

     Hal ini untuk mengurangi resiko perpindahan staphilococcus aureus ke dalam makanan.

Fasilitas cuci tangan yang lengkap sangat penting meliputi; bak pencuci tangan (dengan air panas dan dingin), drainase harus baik, handuk /tisue atau alat pengering tangan lain, sabun/ detergen dan penyikat kuku.

2. Batuk dan bersin

   Batuk dan bersin dapat menjadi sarana penyebaran Staphylococi ke pangan atau permukaan tempat kerja, sehingga diusahakan jangan mengelola makanan secara terbuka.  Sapu tangan atau tisu harus dipakai setiap waktu.  Kertas tisu sebaiknya menggunakan yang sekalli pakai.

3.  Merokok

    Merokok melibatkan kontak antara tangan dan mulut dan dapat menyebabkan menyebarnya Staphylococcus aureus.  Selain itu merokok juga dapat menyebabkan batuk.

4.  Pakaian yang dipakai diluar ruang kerja

     Pakaian yang dipakai diluar ruang kerja harus di simpan dalam lemari diluar ruang makanan, karena dapat menyebabkan terkontaminasi oleh Staphylococcus dan Streptococcus, terutama di tempat tempat yang banyak orang.  seperti misalnya di angkutan umum/ bus.

5.  Pakaian Pelindung

   Pakaian pelindung harus dipakai oleh semua pengelola makanan, harus dicuci secara teratur.  Kain penutup kepala harus dirancang untuk menahan rambut tetap pada posisinya, karena rambut dan ketombe merupakan sumber yang potensial untuk kontaminasi oleh bakteri terutama Staphilococcus aureus.  Jika rambut panjang harus diikat ke belakang dan jangan menyisir rambut  dekat dengan makanan.  Bahaya utamanya addalah perpindahan bakteri dari rambut ke tangan kemudian ke makanan

Silahkan Baca juga :

cara pengawetan pangan

kerusakan bahan pangan

6.  Luka karena pisau, parut, bisul dan bintik infeksi

    Luka yang terbuka, terparut, bisul dan luka yang membusuk seringkali merupakan tempat persembunyai Staphylococci.  sehingga luka harus ditutup dengan sarana penutup yang bersih dan  tahan air jika mengelola makanan.  Kotak PPPK yang dilengkapi dengan sarana tersebut harus tersedia di dalam ruangan.

7.  Kuku

    Kuku yang panjang dan kotor merupakan tempat kotoran dan bakteri, oleh karena itu kuku jari harus pendek dan bersih.  Cat  kuku tidak perlu dipakai oleh pengelola makanan.

8.  Perhiasan

    Perhiasan perorangan dapat merupakan tempat bakteri , selain itu dapat jatuh ke dalam makanan.  Oleh karena itu perhiasan selain cincin kawin tidak perlu dipakai oleh pengelola makanan.

9.  Kesehatan

   Setiap perorangan yang terlibat dalam pengelolaan makanan dan sedang menderita diare, muntah muntah, luka membusuk, bisul bisul atau telinga, mata atau hidungnya mengeluarkan kotoran tidak boleh menangani pangan.  

   Begitu juga pekerja yang menderita atau carier tifus dan para tifus atau sembarang penyakit infeksi seperti salmonella, disentri amoba atau basiler, atau infeksi staphylococcus yang dapat menyebabkan keracunan pangan tidak boleh menangani pangan.

Friday, 24 September 2021

Susu Kedelai

           


            Susu kedelai merupakan minuman bergizi tinggi dan sejak abad ke-2 sebelum masehi sudah dibuat di Cina. Dari Cina kemudian berkembang ke Jepang dan setelah Perang Dunia ke-II berkembang ke negara-negara Asean. Perkembangan susu kedelai di Indonesia sampai saat ini masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan Singapura, Malaysia dan Phillipina. 

          Susu kedelai adalah produk seperti susu sapi, tetapi dibuat dari ekstrak kedelai. Susu kedelai diperoleh dengan cara penggilingan biji kedelai yang telah direndam dalam air. Hasil penggilingan kemudian disaring untuk memperoleh filtrat atau cairan susu kedelai, yang kemudian dididihkan dan diberi bumbu, biasanya berupa gula dan essen untuk meningkatkan rasanya. 

         Protein susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi mereka yang alergi terhadap laktosa (lactose intolerance) atau bagi mereka yang tidak menyukai susu sapi. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik dan layak dikonsumsi manusia, diperlukan persyaratan sebagai berikut : bebas dari bau dan rasa langu kedelai, bebas antitripsin, dan mempunyai stabilitas koloid yang mantap. 

         Bau dan rasa langu kedelai dapat dihilangkan dengan cara menginaktifkan enzim lipoksigenase menggunakan pemanasan. Cara yang dapat dilakukan antara lain : dengan  menggunakan air panas (suhu 80-100oC) pada saat penggilingan kedelai, atau  merendam kedelai dalam air panas selama 10 - 15 menit, sebelum kedelai digiling. Sedangkan agar bebas antitripsin, kedelai direndam dalam air atau larutan NaHCO3 0,5 % selama semalam (8-12 jam) yang diikuti dengan perendaman dalam air mendidih selama 30 menit. 

Cara Pembuatan Yoghurt Susu Kedelai

Cara Pembuatan Yoghurt Susu Sapi

         Stabilitas koloid yang mantap dapat diperoleh dengan salah satu cara berikut : (1) menambahkan senyawa penstabil misalnya CMC dan Tween 80, (2) menggiling dilakukan dengan air panas dan penyimpanan sebaiknya pada suhu dingin (refrigerator), (3) melakukan homogenisasi, yaitu suatu proses untuk mendapatkan ukuran butir-butir lemak yang seragam menggunakan alat yang disebut homogenizer, dan (4) mengatur kadar protein susu kedelai cair sampai kurang dari 7 % (jika lebih dari 7 % protein mudah menggumpal saat susu kedelai dipanaskan), yang dilakukan dengan cara menambahkan air pada bubur kedelai hasil penggilingan sampai perbandingan air dan kedelai 10 : 1. Kadar protein dalam susu kedelai yang diperoleh dengan rasio ini adalah 3 - 4 persen. 

          Susu kedelai cair dapat dibuat dengan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana, maupun dengan teknologi moderen dalam pabrik. Susu kedelai dapat disajikan dalam bentuk murni, artinya tanpa penambahan gula dan cita rasa baru. Dapat juga ditambah gula atau flavor (essen/cita rasa) seperti moca, pandan, panili, coklat, strawberi 16 dan lain-lain. Jumlah gula yang ditambahkan biasanya sekitar 5 - 7 persen dari berat susu. Untuk meningkatkan selera anak-anak, kandungan gula dapat ditingkatkan menjadi 5 - 15 persen. Tetapi kadar gula yang dianjurkan adalah 7 persen. Kadar gula 11 persen atau lebih menyebabkan cepat kenyang.

          Persyaratan mutu untuk susu yang terpenting adalah  kadar protein minimal 3 persen, kadar lemak 3 persen, kandungan total padatan 10 persen dan kandungan bakteri maksimum 300 koloni per gram, serta tidak mengandung bakteri coli. 

Cara Pembuatan Susu Kedelai 

         Susu kedelai cair dapat dibuat dengan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana yang tidak memerlukan ketrampilan tinggi, maupun dengan teknologi moderen dalam pabrik. Dewasa ini banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat susu kedelai cair dengan hasil yang baik. Berikut ini disajikan pembuatan susu kedelai cara sederhana, bersifat tepat guna dengan peralatan sederhana, sehingga cocok bagi skala rumah tangga dan industri kecil. 

Tahapan dalam pembuatannya adalah sebagai berikut : 

1. Kedelai yang telah disortasi (dipisahkan dari pengotor dan biji rusak) direndam dalam larutan NaHCO3 atau soda kue 0,25 - 0,5 persen selama 30 menit. 

2. Kedelai ditiriskan, ditambah air baru, lalu dididihkan selama 30 menit. Kulit kedelai dipisahkan dengan cara diremas-remas dan dicuci dengan air beberapa kali (kulit akan mudah dipisahkan) 

3. Kedelai digiling dengan penggiling logam, penggiling batu (yang biasa dipakai pada pembuatan tahu) atau blender. 

4. Bubur yang diperoleh ditambah air mendidih sehingga jumlah air secara keseluruhan mencapai 10 kali bobot kedelai kering. 

5. Bubur encer disaring dengan kain kasa dan filtratnya merupakan susu kedelai mentah. 

6. Untuk meningkatkan rasa dan penerimaan, ke dalam susu kedelai mentah ditambahkan gula pasir sebanyak 7 - 15 persen dan essen (dapat dibeli di toko kue, swalayan atau toko bahan kimia) seperti coklat, moka, pandan atau strawberi secukupnya, kemudian dipanaskan sampai mendidih. 

7. Setelah mendidih, api dikecilkan dan dibiarkan dalam api kecil selama 20 menit. 

 8. Jika akan dibotolkan, ke dalam susu kedelai dapat ditambahkan CMC sebanyak 100 ppm (100 mg CMC ditambahkan ke dalam 1 liter susu kedelai). Susu kedelai sebaiknya disimpan dalam suhu dingin sekitar 5 o C (suhu lemari es).

Wednesday, 22 September 2021

Yoghurt

 

             


Pengertian dan Jenis Yoghurt

          Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu menggunakan starter atau bibit bakteri asam laktat Lactobacillus bulgarius dan Strepto-coccus thermophillus. Produk yang terbentuk berupa susu yang mengumpal dengan rasa asam dan mempunyai cita-rasa khas hasil fermentasi bakteri laktat yang memproduksi asam laktat,. Yoghurt dapat dibedakan berdasarkan komposisinya, yaitu (1) yoghurt berkadar lemak penuh dengan kandungan lemak di atas 3.0%, (2) yoghurt berkadar lemak medium dengan kandungan lemak 0.5 sampai 3.0%, dan (3) yoghurt berkadar lemak rendah bila kandungan lemaknya kurang dari 0.5 %.

          Berdasarkan metode pembuatannya, jenis yoghurt dibagi menjadi dua, yaitu set yoghurt dan stirred yoghurt. Bila fermentasi atau inkubasi susu dilakukan dalam kemasan kecil sehingga gumpalan susu yang terbentuk tetap utuh dan tidak berubah sewaktu akan didinginkan atau sampai siap konsumsi, maka produk tersebut disebut set yoghurt. Sedangkan stirred yoghurt fermentasinya dalam wadah yang besar, setelah fermentasi selesai, produk dikemas dalam kemasan kecil, sehingga gumpalan susu dapat berubah atau pecah sebelum pengemasan dan pendinginan selesai.

       Berdasarkan cita rasanya yoghurt dibedakan menjadi yoghurt alami atau sederhana dan yoghurt buah. Yoghurt alami yaitu yoghurt yang tidak ditambah cita-rasa/flavor yang lain sehingga asamnya tajam, sedangkan yoghurt buah adalah yoghurt yang ditambah dengan komponen cita-rasa yang lain seperti buah-buahan, sari buah, flavor sintetik dan zat pewarna. Jenis-jenis yoghurt yang telah dimodifikasi atau diolah lebih lanjut setelah fermentasi diantaranya: Yoghurt pasteurisasi untuk memperpanjang masa simpannya; Yoghurt beku yaitu yoghurt yang dibekukan dan simpan pada suhu beku; Yoghurt konsentrat (pekat) yaitu yoghurt yang dipekatkan sampai kandungan bahan keringnya 24 persen; dan yoghurt kering (powder) adalah yoghurt pekat yang dikeringkan sampai kandungan bahan keringnya mencapai 90 94 persen.

            Bahan Baku

          Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan yoghurt terdiri dari bahan  baku, bahan tambahan dan bibit atau starter. Bahan baku berupa susu murni, susu skim, susu bubuk tanpa lemak, susu yang sebagian lemaknya telah dihilangkan atau campuran dari beberapa jenis susu tersebut.  Sebelum digunakan biasanya susu ini dipekatkan dulu dengan cara pemanasan atau ditambahkan susu skim bubuk

           Bahan Pembantu

        Bahan bantu atau bahan tambahan yang umum digunakan dalam pembuatan yoghurt adalah: pemanis, penstabil dan buah-buahan atau sari buah sebagai sumber cita rasa. Sebagai pemanis biasa digunakan sukrosa atau gula pasir, madu ataupun sirup. Jumlah gula dalam yoghurt akan menentukan jumlah asam dan cita-rasa yang diproduksi oleh bibit yoghurt. Gula yang ditambahkan bisa dalam bentuk kristal bubuk ataupun sirup. Umumnya gula yang ditambahkan ke dalam yoghurt pada awal fermentasi sekitar 5 – 7 persen.

      Bahan penstabil digunakan dalam yoghurt untuk memperlembut tekstur, membuat struktur gel yang mengurangi atau mencegah pemisahan cairan dari yoghurt. Bahan penstabil yang sesuai untuk yoghurt adalah gelatin, karboksi metil selulosa (CMC), alginate, dan karagenan. Sedangkan jumlah penggunaannya 0.5 - 0.7 persen.

           Buah-buahan yang digunakan untuk menambah cita-rasa yoghurt tergantung kesukaan konsumen. Jumlah penambahan buah biasanya sebanyak 20-25 persen dari total produk. Buah-buahan yang sering digunakan adalah buah yang telah diawetkan, buah yang telah dibekukan, dan sari buah

Simak Tentang SUSU KEDELAI  di SINI 

dan JAHE INSTAN di SINI

           Peralatan pada pembuatan Yoghurt

      Yoghurt dapat diproses secara sederhana menggunakan peralatan skala rumah seperti panci, gelas ukur, termometer, timbangan, panci, kompor, alat pengaduk dan Inkubator. Pengemasan bisa dilakukan secara manual pada wadah cup atau botol dari plastik, kaca atau kertas.

Prosedur Pembuatan Yoghurt

1)        Persiapan bahan

       Persiapan bahan meliputi pengaturan kandungan bahan padatan atau bahan kering, kandungan lemak susu, dan pasteurisasi. Kandungan bahan kering, yaitu bahan kering susu maupun pemanis tidak lebih dari 22 persen karena konsentrasi lebih tinggi akan menghambat aktivitas bibit. Pemanasan susu sebelum ditambahkan bibit merupakan suatu tahap yang penting. Pemanasan biasanya dilakukan pada suhu 85°C selama 30 menit. Tujuan pemanasan tersebut diantaranya agar tidak banyak bakteri yang hidup dalam susu yang dapat mengalahkan bibit dan untuk menguapkan sebagian air agar kekentalan media (susu) sesuai untuk pertumbuhan bibit laktat. Dalam persiapan pembuatan kultur/bibit, mikroorganisme Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophilus masing-masing dibiakan dalam susu atau whey secara terpisah. Agar aktivitas mikroorganisme tersebut tidak menurun sebaiknya kultur/bibit dipindahkan secara berkala ke dalam medium (susu) yang baru. Pada umumnya kultur cair seperti ini mengandung 10 gr mikroba per ml kultur starter. Untuk menghindari kehilangan sifat-sifat khusus kultur akibat transfer berulang-ulang, kultur dikeringbekukan atau diliofilisasi. Kultur kering ini perlu pengaktifan dan pencairan kembali sebelum digunakan.

2)        Inokulasi susu dengan bibit

    Jumlah pemberian bibit campuran (yaitu L. bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam jumlah yang sama) biasanya 2-5 % dari susu yang digunakan.

3)        Inkubasi

        Inkubasi atau fermentasi yoghurt bisa dilakukan pada suhu kamar ataupun suhu 45 °C. Pada suhu lebih tinggi aktivitas mikroba akan semakin tinggi juga. Inkubasi pada suhu ruang memerlukan waktu 14 sampai 16 jam, pada suhu 32 °C waktu sekitar 11 jam, sedangkan inkubasi pada suhu 45°C hanya memerlukan waktu sekitar 4 6 jam. Selama inkubasi, susu mengalami penggumpalan yang disebabkan menurunnya pH akibat aktivitas kultur/bibit. Pada mulanya Steptococus menyebabkan penurunan pH hingga 5.0 sampai 5.5 selanjutnya pH menurun hingga 3.8 sampai 4.5 karena aktivitas Lactobacillus. Selain itu selama inkubasi akan terbentuk flavor karena terbentuknya asam laktat, asetaldehid, asam asetat, dan diasetil. Selama penyimpanan setelah inkubasi, yoghurt mengalami penurunan pH secara terus menerus. Penyimpanan pada suhu yang lebih tinggi akan mempercepat penurunan pH yoghurt. Yoghurt yang disimpan pada suhu 4°C selama 6 hari akan mengalami penurunan pH dari 4.68 menjadi 4.15.

4)       Pengemasan

         Yoghurt dapat dikemas dalam berbagai jenis bahan pengemas atau wadah, seperti botol atau cup yang terbuat dari gelas kaca, plastik, atau karton berlapis plastik. Pengemasan dilakukan untuk memudahkan dalam pemasaran, pengangkutan dan distribusi ke konsumen.

5)        Penyimpanan

         Selama dalam penyimpanan, untuk mempertahankan cita rasa dan aroma yoghurt hasil fermentasi dilakukan pendinginan. Selain dengan pendinginan dapat dilakukan pasteurisasi atau kombinasi dari keduanya. Pendinginan dan Pasteurisasi bertujuan untuk menghambat aktivitas mikroba dalam yoghurt.

6. Penilaian Mutu Produk

       Mutu yoghurt ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya:

       a.     keasaman mencapai 0,85 - 95% atau pH 4 - 4,5

        b.     aroma spesifik (asam laktat, asetaldehida, diasetil, asam asetat dan 

            senyawa-senyawa lain yang mudah menguap)

        c.      tekstur lembut


Saturday, 18 September 2021

JAHE INSTAN

           
 


 Jahe instan merupakan minuman kesehatan berbentuk serbuk yang berbahan dasar jahe  (Zingiber officinale)  dan gula pasir (sukrosa), dengan di tambah air yang kemudian di panaskan. 

Jahe yang sering digunakan  adalah jenis jahe emprit (jahe yang berukuran kecil) karena harganya yang relatif murah dan rasa pedasnya yang sangat terasa. Jahe emprit memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut;

  1. Bentuknya kecil, sedikit pipih dan ada juga yang sedikit menggembung
  2. Memiliki serat yang lembut
  3. Daging berwarna putih kekuningan
  4. Aromanya kurang tajam
  5. Rasanya pedas
  6. Batangnya memiliki tinggi sekitar 40-50 cm
  7. Daunnya berbentuk menyirip dengan posisi daun berselang seling secara beraturan 


Gambar jahe


Sebelum digunakan jahe dibersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, kemudian di parut atau ditumbuk.  Selanjutnya di ekstrak dengan air sebanyak dua kali dari bobot jahe.  Untuk menghasilkan jahe instan  yang  berwarna putih , jahe sebelum diparut sebaiknya di kupas terlebih dahulu.


Adapun kandungan-kandungan yang terdapat di dalam jahe adalah sebagai berikut:

  1. Vitamin A
  2. Vitamin B1
  3. Vitamin B3
  4. Vitamin C
  5. Minyak atsiri
  6. Zingibain
  7. Fenolik
  8. Gingerol
  9. Oleoresin
             Bahan selanjutnya yang digunakan dalam pembuatan jahe instan adalah gula pasir ( sukrosa).  Sukrosa memiliki sifat mudah mengkristal kembali setelah dilarutkan dalam air kemudian di panaskan sampai terbentuk kristal. Sehingga gula pasir banyak digunakan untuk pembuatan minuman-minuman serbuk instan.
Sukrosa merupakan kelompok karbohidrat yang termasuk golongan disakarida/ oligosakarida.   Disakarida merupakan gabungan dari 2-10 monosakarida.  Sukrosa merupakan gabungan dari glukosa dan fruktosa.  
Sukrosa ddapat dihidrolisis atau diinversi menjadi gula invert (glukosa dan sukrosa) dengan menggunakan enzim invertase atau menggunakan asam yang mengalami pemanasan.  Gula invert ini tidak bisa membentuk kristal.
Gula pasir yang digunakan adalah yang berwarna putih dan bersih dari kotoran.  Sehingga akan menghasilkan jahe instan yang berwarna putih bersih.
             Air yang digunakan dalam pembuatan jahe instan harus memenuhi syarat untuk produksi yaitu bersih, tidak berwarna, tidak berbau, memiliki PH netral, tidak mengandung zat besi.  Air yang digunakan untuk mencuci bahan dan untuk mengekstrak sari jahe.  Untuk mengekstrak air  yang digunakan sebanyak dua kali dari berat jahe yang digunakan.
            Selama pemanasan selalu dilakukan pengadukan untuk menghindari terjadinya pencoklatan ( karamelisasi).  Karena gula yang dipanaskan pada suhu tinggi.  Pada saat mulai terbentuk kristal putih pemanasan di hentikan, selanjutnya di aduk terus dengan ceepat agar terbentuk kristal yang berukuran kecil.
            Setelah dingin dilakukan pengayakan agar dihasilkan ukuran yang relatif seragam.  Ukuran yang masih terlalu besar dapat ditumbuk atau di blender kemudian diayak kembali.

            Adapun manfaat  jahe emprit adalah sebagai berikut:

1. Mencegah Kanker

Kandungan di dalam jahe seperti gingerol, ternyata dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Hal tersebut sudah dibuktikan melalui uji klinis. Percobaan dilakukan di University of Minnesota, kepada sekelompok tikus yang menderita tumor usus.

Sekelompok tikus yang tidak diberi gingerol disuntik mati, karena setelah 49 hari, tumornya tumbuh semakin besar. Sementara itu, ukuran tumor sekelompok tikus yang diberi gingerol semakin mengecil.

2. Mengurangi rasa sakit

Rempah-rempah ini cocok dikonsumsi untuk yang sering merasa sakit otot setelah berolahraga. Menurut penelitian di University of Georgia, jahe bisa mengurangi rasa sakit pada otot hingga 25%.

Cocok juga dikonsumsi oleh wanita yang sering merasa sakit saat menstruasi dengan minum jahe. Penelitian menyebutkan, 60% wanita yang sering sakit menstruasi berkurang sesudah mengonsumsinya.

3. Mengurangi mual

Sering merasa mual karena vertigo, morning sickness, atau efek samping obat?

Jahe ternyata bisa dijadikan sebagai solusi. Anda bisa langsung mengonsumsinya secara mentah. Atau, bisa juga mengolahnya menjadi minuman hangat yang dicampur dengan gula.

Cocok juga untuk diminum atau dikonsumsi oleh ibu hamil yang selalu merasa mual. 

4.  Berkhasiat mengatasi masalah pencernaan

Jahe sering dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah pencernaan. Bahkan, manfaatnya ini sudah diketahui sejak zaman dulu dari generasi ke generasi. Kandungannya bagus untuk melancarkan sistem pencernaan.

Jahe memiliki kandungan phenolic. Kandungan inilah yang berfungsi untuk mencegah kontraksi pada perut dan menstimulasi air liur. Selain itu, juga membantu pergerakan makanan maupun minuman dalam pencernaan.

5.  Membantu proses detoksifikasi

Mengonsumsi jahe secara rutin akan memicu keluarnya keringat. Karena, rempah-rempah ini termasuk ke dalam makanan diaphoretic. Keluarnya keringat bagus untuk Anda yang sedang demam atau flu.

Selain sebagai detoksifikasi, berkeringat juga dapat melindungi Anda dari infeksi pada kulit. Karena, kulit akan terlindungi dari mikroorganisme.

6.  Sebagai anti peradangan

Kandungan di dalam jahe seperti gingerol memiliki cukup banyak khasiat. Salah satunya yaitu untuk mereka yang sering menderita penyakit persendian, hingga rematik. Mengonsumsinya, ternyata bisa membantu mengatasinya.

Khasiatnya ternyata tidak hanya mengurangi rasa sakit, juga mengurangi pembengkakan. Rempah-rempah ini, bisa langsung di konsumsi untuk mencegah peradangan.

Demikian sekilas ulasan mengenai jahe instan dan manfaatnya

Terima kasih atas kunjungan anda

Semoga bermanfaat.

Contoh JObsheet Projeck Tahu Walik

Jobsheet Nama Praktek : Tahu Walik Kompetensi      :  Melakukan pembuatan tahu walik isi daging ayam Waktu                  : 180 menit A. T...