Contoh Soal Pengawetan dengan Penggaraman
1. Prinsip dasar dari proses penggaraman dalam pengawetan
bahan pangan adalah...
A. Menaikkan kadar air bahan
B. Menarik air dari dalam bahan
pangan
C. Menurunkan suhu bahan pangan
D. Menambah kadar oksigen dalam
jaringan
E. Menghentikan total aktivitas
enzim secara permanen [1]
Jawaban: B
2. Pasangan teknik penggaraman dan produk olahan yang
paling tepat adalah...
A. Penggaraman basah — ikan asin
B. Penggaraman kering tanpa wadah
kedap air — telur asin
C. Penggaraman kering dengan
perebusan — ikan pindang
D. Penggaraman basah dengan
fermentasi — acar
E. Penggaraman kering — pickle
[1]
Jawaban: C [1]
3. Metode
penggaraman pada pengolahan ikan di mana kristal garam dicampurkan langsung
dengan ikan, dan ikan disusun selapis demi selapis dengan taburan garam di
dalam wadah kedap air disebut...
A. Kench salting
B. Dry salting
(Penggaraman kering)
C. Wet salting
D. Brine salting
E. Perendaman larutan
Jawaban: B. Dry salting
(Penggaraman kering)
Pembahasan: Penggaraman
kering menggunakan kristal garam padat yang ditaburkan di setiap lapisan ikan
atau bahan dalam wadah yang kedap air.
4. Tujuan
utama penambahan garam dalam proses pengawetan komoditas hasil pertanian atau
perikanan adalah...
A. Menaikkan kadar air bahan
B. Menurunkan tekanan osmosis
C. Menarik air dari dalam
jaringan sel dan menghentikan pertumbuhan mikroorganisme
D. Membuat bahan pangan menjadi
lebih lunak secara permanen
E. Mempercepat proses pembusukan
terkontrol
Jawaban: C. Menarik air dari dalam jaringan
sel dan menghentikan pertumbuhan mikroorganisme
Pembahasan: Garam bersifat
higroskopis (menarik air). Penurunan kadar air bebas (water activity) di
dalam bahan pangan menyebabkan mikroorganisme pembusuk tidak bisa berkembang
biak.
5. Faktor
utama yang mempengaruhi kecepatan penetrasi garam ke dalam daging ikan atau
bahan pangan selama proses penggaraman adalah...
A. Ketebalan daging dan ukuran
bahan, konsentrasi garam, serta suhu
B. Warna wadah dan jenis air
C. Jumlah tenaga kerja dan lama
penjemuran
D. Volume wadah penyimpanan tanpa
melihat ukuran ikan
E. Jenis kemasan luar
Jawaban: A. Ketebalan daging
dan ukuran bahan, konsentrasi garam, serta suhu
Pembahasan: Semakin tipis
ukuran bahan dan semakin tinggi konsentrasi garam serta suhu, maka proses
masuknya garam (penetrasi) akan semakin cepat.
6. Tujuan utama penambahan larutan garam dan cuka
pada pembuatan asinan buah atau sayur adalah….
A. Mengubah warna bahan agar
lebih gelap
B. Menghentikan proses respirasi
dan memperpanjang umur simpan
C. Meningkatkan kadar protein
secara drastis
D. Membuat tekstur bahan menjadi
sangat lunak seperti bubur
E. Menurunkan suhu ruang
penyimpanan
Jawaban:
B. Menghentikan proses respirasi dan memperpanjang umur simpan
(Penjelasan: Garam dan cuka berfungsi sebagai pengawet alami, pemberi rasa,
serta menekan pertumbuhan mikroorganisme pembusuk).
7.
Apa fungsi utama pengamplasan pada cangkang
telur sebelum dibalur adonan garam dan bata?
A. Membersihkan kotoran dan
membuka pori-pori cangkang
B. Menambah berat telur
C. Mengeringkan putih telur
D. Memberikan warna pada cangkang
Jawaban: A. Membersihkan
kotoran dan membuka pori-pori cangkang
Pembahasan: Pengamplasan
menipiskan lapisan kutikula telur yang menutup pori-pori sehingga proses
penyerapan garam berjalan lancar.
8.
Prinsip pengawetan yang terjadi pada proses
pembuatan telur asin adalah...
A. Penggunaan suhu tinggi
B. Pengurangan kadar garam rendah
C. Penarikan kadar air oleh garam
dan hambatan pertumbuhan mikroorganisme
D. Penambahan asam cuka
Jawaban: C. Penarikan
kadar air oleh garam dan hambatan pertumbuhan mikroorganisme
Pembahasan: Garam bersifat
hipertonik yang mampu menarik kandungan air dari dalam telur sekaligus
menghentikan aktivitas bakteri pembusuk.
No comments:
Post a Comment
Komentar