Showing posts with label SMK APHP. Show all posts
Showing posts with label SMK APHP. Show all posts

Wednesday, 9 September 2026

Contoh Soal TKA SMK KOmpetensi Keahlian APHP

 Halo siswa siswi SMK Khususnya KOmpetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) ini ada beberapa contoh soal TKA ya , silahkan untuk di pelajari 

Contoh soal TKA Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

1.     Pada rangkaian alur penanganan pasca panen, komoditas hasil pertanian sering kali melalui tahap sortasi dan grading sebelum dikemas. Pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan perbedaan antara kedua prosedur tersebut adalah …

a.     A. Sortasi berfokus pada pengelompokan mutu, sedangkan grading memisahkan kotoran fisik.

b.     B. Sortasi bertujuan meningkatkan harga jual, sedangkan grading memperpanjang daya simpan.

c.    C.  Sortasi pemisahan bahan berdasarkan kondisi fisik, sedangkan grading mengelompokkan mutu.

d.   D.   Sortasi dilakukan khusus di pabrik pengolahan, sedangkan grading dilakukan di lahan tani.

e.     E. Sortasi hanya diterapkan pada komoditas hewani, sedangkan grading pada komoditas nabati.

 

Kunci

C

 

2.     Pengawetan makanan secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan zat kimia tertentu ke dalam makanan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kebusukan. Beberapa zat kimia yang umum digunakan antara lain: asam benzoat, asam asetat, garam dapur (NaCl), gula, natrium nitrit, dan natrium metabisulfit. Setiap zat memiliki mekanisme kerja dan target mikroorganisme yang berbeda.  Tentukan benar atau salah pada pernyataan berikut!

#

Pernyataan

Benar

Salah

A.

Penambahan asam cuka (asam asetat) pada acar sayuran menciptakan lingkungan asam yang menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

 

 

B.

Garam dapur (NaCl) dalam konsentrasi tinggi mengawetkan ikan asin dengan cara mendenaturasi protein sel mikroba dan menyebabkan plasmolisis

 

 

C.

Natrium metabisulfit pada udang segar dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri, serta tidak memengaruhi enzim pencoklatan alami pada udang.

 

 

 

Kunci

Pernyataan
A. Benar
B. Benar
C. Salah

 

3.   3.   Seorang pemilik usaha perikanan sedang merancang prosedur penggaraman (salting) untuk mengawetkan fillet ikan tuna agar mendapatkan daya simpan optimal namun tetap mempertahankan tekstur yang tidak terlalu keras akibat dehidrasi berlebih.

Berdasarkan prinsip difusi dan osmosis, manakah langkah-langkah perancangan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut? (Pilih lebih dari satu jawaban)

a.     A. Menggunakan metode brining (penggaraman basah) dengan konsentrasi garam yang dikontrol untuk mengatur laju perpindahan air dari dalam sel ikan secara bertahap.

b.     B. Menambahkan gula (sukrosa) ke dalam larutan garam untuk menyeimbangkan tekanan osmotik sehingga tekstur ikan tetap kenyal.

c.     C. Menggunakan garam dengan tingkat kemurnian rendah (banyak mengandung kalsium dan magnesium) agar proses penetrasi garam ke dalam jaringan ikan lebih cepat terjadi.

d.     D. Mengatur suhu larutan penggaraman tetap dingin selama proses berlangsung untuk memperlambat denaturasi protein berlebih dan menghambat pertumbuhan bakteri halofilik.

e.     E. Melakukan penggaraman dengan metode dry salting (penggaraman kering) secara langsung dengan dosis garam berlebih untuk memastikan air keluar sepenuhnya dari jaringan dalam waktu singkat.

Kunci

Pernyataan a, Pernyataan b, dan Pernyataan d

 

4.     Dalam produksi sate ayam, seorang pengolah pangan melakukan teknik deboning pada paha ayam untuk menghasilkan daging tanpa tulang. Setelah proses, ia menemukan bahwa masih terdapat potongan tulang rawan kecil dan sebagian tendon yang tertinggal pada daging. Apabila dilihat dari aspek analisis hasil teknik deboning, Tindakan yang paling tepat untuk memperbaiki kualitas produk adalah....

a.    

b.      ulang secara manual guna memastikan hasil daging benar-benar bebas tulang/tendon.

c.    

d.      dalam marinasi guna mendegradasi seluruh struktur sisa jaringan keras .

e.    

Kunci

 B

 

  1. Dalam proses pembuatan mayones, seorang chef mencampurkan minyak, kuning telur, cuka, dan mustard. Beberapa pernyataan berikut ini benar mengenai teknik emulsifikasi yang terjadi. Tentukan Benar atau Salah pada pernyataan berikut!

#

Pernyataan

Benar

Salah

A.

Kuning telur berfungsi sebagai emulsifier karena mengandung lesitin yang menstabilkan emulsi minyak dalam air.

 

 

B.

Penambahan cuka secara bertahap sambil terus diaduk bertujuan untuk membentuk emulsi tipe air dalam minyak (A/M).

 

 

C.

Jika minyak ditambahkan terlalu cepat dan pengadukan berhenti, emulsi dapat pecah (separation) karena lapisan film emulsifier rusak.

 

 

 

Kunci

Pernyataan
A. Benar
B. Salah
C. Benar

 

  1. Dalam produksi minyak cengkeh untuk bahan baku flavor makanan, seorang teknolog pangan menggunakan teknik ekstraksi dan destilasi. Berikut ini pernyataan yang benar mengenai aplikasi kedua teknik tersebut dalam pengolahan pangan adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban)

  1. Destilasi uap cocok untuk memisahkan minyak atsiri dari daun cengkeh karena minyak atsiri tidak larut air dan mudah menguap bersama uap air.
  2. Ekstraksi sokletasi dengan n-heksana dapat digunakan untuk mengambil oleoresin cengkeh, tetapi tidak cocok untuk senyawa yang sangat termolabil.
  3. Destilasi fraksinasi vakum digunakan untuk memisahkan eugenol (titik didih 253°C) dari minyak cengkeh tanpa dekomposisi.
  4. Maserasi dengan air panas pada suhu 90°C adalah metode terbaik untuk mengekstrak senyawa antioksidan dari cengkeh.
  5. Ekstraksi cair-cair dengan etanol dapat digunakan untuk memisahkan eugenol dari air hasil kondensasi destilasi uap.

 

Kunci

Pernyataan a , Pernyataan b, Pernyataan c, dan Pernyataan e

 

 

Contoh Soal TKA SMK KOmpetensi Keahlian APHP

 Halo siswa siswi SMK Khususnya KOmpetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) ini ada beberapa contoh soal TKA ya , silah...