Halo siswa siswi SMK Khususnya KOmpetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) ini ada beberapa contoh soal TKA ya , silahkan untuk di pelajari
Contoh soal TKA Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
1. Pada
rangkaian alur penanganan pasca panen, komoditas hasil pertanian sering kali
melalui tahap sortasi dan grading sebelum dikemas. Pernyataan berikut yang
paling tepat menjelaskan perbedaan antara kedua prosedur tersebut adalah …
a. A. Sortasi
berfokus pada pengelompokan mutu, sedangkan grading memisahkan kotoran fisik.
b. B. Sortasi
bertujuan meningkatkan harga jual, sedangkan grading memperpanjang daya simpan.
c. C. Sortasi
pemisahan bahan berdasarkan kondisi fisik, sedangkan grading mengelompokkan
mutu.
d. D. Sortasi
dilakukan khusus di pabrik pengolahan, sedangkan grading dilakukan di lahan
tani.
e. E. Sortasi
hanya diterapkan pada komoditas hewani, sedangkan grading pada komoditas
nabati.
|
Kunci |
C |
2. Pengawetan
makanan secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan zat kimia tertentu ke dalam
makanan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kebusukan.
Beberapa zat kimia yang umum digunakan antara lain: asam benzoat, asam asetat,
garam dapur (NaCl), gula, natrium nitrit, dan natrium metabisulfit. Setiap zat
memiliki mekanisme kerja dan target mikroorganisme yang
berbeda. Tentukan benar atau salah pada pernyataan berikut!
|
# |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
A. |
Penambahan asam
cuka (asam asetat) pada acar sayuran menciptakan lingkungan asam yang
menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. |
|
|
|
B. |
Garam dapur
(NaCl) dalam konsentrasi tinggi mengawetkan ikan asin dengan cara
mendenaturasi protein sel mikroba dan menyebabkan plasmolisis |
|
|
|
C. |
Natrium
metabisulfit pada udang segar dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri,
serta tidak memengaruhi enzim pencoklatan alami pada udang. |
|
|
|
Kunci |
Pernyataan |
3. 3. Seorang
pemilik usaha perikanan sedang merancang prosedur penggaraman (salting)
untuk mengawetkan fillet ikan tuna agar mendapatkan daya simpan optimal namun
tetap mempertahankan tekstur yang tidak terlalu keras akibat dehidrasi
berlebih.
Berdasarkan
prinsip difusi dan osmosis, manakah langkah-langkah perancangan yang tepat
untuk mencapai tujuan tersebut? (Pilih lebih dari satu jawaban)
a. A. Menggunakan
metode brining (penggaraman basah) dengan konsentrasi garam
yang dikontrol untuk mengatur laju perpindahan air dari dalam sel ikan secara
bertahap.
b. B. Menambahkan
gula (sukrosa) ke dalam larutan garam untuk menyeimbangkan tekanan osmotik sehingga
tekstur ikan tetap kenyal.
c. C. Menggunakan
garam dengan tingkat kemurnian rendah (banyak mengandung kalsium dan magnesium)
agar proses penetrasi garam ke dalam jaringan ikan lebih cepat terjadi.
d. D. Mengatur
suhu larutan penggaraman tetap dingin selama proses berlangsung untuk
memperlambat denaturasi protein berlebih dan menghambat pertumbuhan bakteri
halofilik.
e. E. Melakukan
penggaraman dengan metode dry salting (penggaraman kering)
secara langsung dengan dosis garam berlebih untuk memastikan air keluar
sepenuhnya dari jaringan dalam waktu singkat.
|
Kunci |
Pernyataan
a, Pernyataan b, dan Pernyataan d |
4.
Dalam produksi sate
ayam, seorang pengolah pangan melakukan teknik deboning pada paha ayam untuk
menghasilkan daging tanpa tulang. Setelah proses, ia menemukan bahwa masih
terdapat potongan tulang rawan kecil dan sebagian tendon yang tertinggal pada
daging. Apabila dilihat dari aspek analisis hasil teknik deboning, Tindakan yang paling tepat untuk memperbaiki
kualitas produk adalah....
a.
b.
ulang secara manual guna memastikan hasil
daging benar-benar bebas tulang/tendon.
c.
d.
dalam marinasi guna mendegradasi seluruh
struktur sisa jaringan keras .
e.
|
Kunci |
B |
- Dalam proses
pembuatan mayones, seorang chef mencampurkan minyak, kuning telur, cuka,
dan mustard. Beberapa pernyataan berikut ini benar mengenai teknik
emulsifikasi yang terjadi. Tentukan Benar atau Salah pada
pernyataan berikut!
|
# |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
A. |
Kuning
telur berfungsi sebagai emulsifier karena mengandung lesitin yang
menstabilkan emulsi minyak dalam air. |
|
|
|
B. |
Penambahan
cuka secara bertahap sambil terus diaduk bertujuan untuk membentuk emulsi
tipe air dalam minyak (A/M). |
|
|
|
C. |
Jika
minyak ditambahkan terlalu cepat dan pengadukan berhenti, emulsi dapat pecah
(separation) karena lapisan film emulsifier rusak. |
|
|
|
Kunci |
Pernyataan |
- Dalam
produksi minyak cengkeh untuk bahan baku flavor makanan, seorang teknolog
pangan menggunakan teknik ekstraksi dan destilasi. Berikut ini pernyataan
yang benar mengenai aplikasi kedua teknik tersebut dalam pengolahan
pangan adalah …
(Pilih lebih dari
satu jawaban)
- Destilasi
uap cocok untuk memisahkan minyak atsiri dari daun cengkeh karena minyak
atsiri tidak larut air dan mudah menguap bersama uap air.
- Ekstraksi
sokletasi dengan n-heksana dapat digunakan untuk mengambil oleoresin
cengkeh, tetapi tidak cocok untuk senyawa yang sangat termolabil.
- Destilasi
fraksinasi vakum digunakan untuk memisahkan eugenol (titik didih 253°C)
dari minyak cengkeh tanpa dekomposisi.
- Maserasi
dengan air panas pada suhu 90°C adalah metode terbaik untuk mengekstrak
senyawa antioksidan dari cengkeh.
- Ekstraksi
cair-cair dengan etanol dapat digunakan untuk memisahkan eugenol dari air
hasil kondensasi destilasi uap.
|
Kunci |
Pernyataan a , Pernyataan b, Pernyataan c, dan Pernyataan e |
No comments:
Post a Comment
Komentar