Thursday, 13 September 2018

Materi : Pengawetan dengan menggunakan suhu rendah


PENGAWETAN  DENGAN  PENGGUNAAN SUHU RENDAH



Pendahuluan
Pada umumnya bahan hasil pertanian segar maupun hasil olahannya mudah mengalami kerusakan baik kerusakan  secara mekanis, fisis, enzimatis atau mikrobiologis.   Kerusakan mekanis merupakan kerusakan yang disebabkan oleh adanya benturan antara bahan dengan bahan, antara bahan dengan alat atau antara bahan dengan wadah.  Kerusakan fisis disebabkan karena perlakuan perlakuan fisik seperti pendinginan dan pemanasan.   Kerusakan enzimatis yaitu kerusakan bahan pangan atau olahannya karena aktivitas enzim. Sedangkan kerusakan mikrobiologis adalah kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mikrobiologi baik kapang, yeast atau bakteri.
Salah satu upaya untuk mengendalikan bahan agar tidak rusak, yaitu dengan menghambat kegiatan metabolisme bahan, seperti respirasi, atau reaksi-reaksi kimia lain yang dapat merusak bahan, melalui pengaturan suhu bahan.



Prinsip dasar penyimpanan pada suhu rendah
Prinsip Pengawetan dengan menggunakan suhu rendah adalah bahwa pada suhu rendah mikroorganisme tidak dapat berkembang atau hidup, dan reaksi-reaksi kimia dan enzimatis serta biokomiawi yang dapat merusak bahan dapat dihambat.
Pada proses penggunaan suhu rendah ini perlakuan terhadap bahan pangan meliputi :
·         proses pengeringan dengan suhu rendah.
·         proses pendinginanan  bahan pangan.
·         proses pembekuan bahan

Pendinginan atau refrigerasi merupakan penyimpanan dengan suhu rata-rata yang digunakan masih di atas titik beku bahan. Kisaran suhu yang digunakan biasanya antara - 1oC sampai + 4oC. Pada kisaran suhu ini pertumbuhan bakteri dan proses biokimia akan terhambat.
Pendinginan biasanya akan mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung kepada jenis bahan pangannya. Pendinginan yang biasa dilakukan di rumah-rumah tangga adalah dalam lemari es yang mempunyai suhu –2oC sampai + 16oC.
Pembekuan atau freezing adalah penyimpanan di bawah titik beku bahan sehingga bahan disimpan dalam keadaan beku. Pembekuan yang baik dapat dilakukan pada suhu kira-kira –17 oC atau lebih rendah lagi.  Pada suhu tersebut pertumbuhan bakteri sama sekali berhenti.
Pembekuan yang baik biasanya dilakukan pada suhu antara - 12 oC sampai – 24 OC . Dengan pembekuan, bahan akan tahan sampai bebarapa bulan, bahkan kadang-kadang beberapa tahun.

Teknik pendinginan
a.  Pendinginan alami (Natural cooling)
Hydro coolling, yaitu pencelupan atau perendaman bahan kedalam air dingin.
Ice toping, yaitu pendinginan dengan cara menimbun bahan menggunakan kristal es.
Spray Coolling, yaitu pendinginan dengan cara menghembuskan udara dingin pada bahan yang  didinginkan
b.  Pendinginan secara mekanis (mechanical coolling)
Pendinginan secara mekanis dilakukan dengan menggunakan cairan pendingin (refrigerant) untuk menyerap panas bahan.  Penyerapan panas terjadi pada saat cairan refrigerant tersebut menguap

Refrigerant yang sering digunakan dalam proses pendinginan dan pembekuan, yaitu:
·         Ammoniak (NH3)
·         Ethyl khlorida
·         Belerang dioksida
·         Propanol
·         Methyl chlorida
·         Karbon dioksida
·         Freon-12a, sekarang mulai dilarang
·         Freon-22 a, sekarang mulai dilarang

Teknik pembekuan
a. Pembekuan dengan penghembusan udara dingin (air blast freezing). Teknik ini menggunakan  udara dingin yang bersuhu –10oC sampai –40oC dilewatkan secara cepat diatas permukaan bahan yang didinginkan sehingga membawa panas yang dikeluarkan oleh bahan.
b. Pembekuan kontak/plat (contact freezing/plat freezing). Pada teknik pembekuan ini bahan-bahan yang akan dibekukan diletakan pada plat atau lempengan yang telah didinginkan lebih dahulu.
c.   Pembekuan kontak tidak langsung.  Pada cara ini proses pembekuan dilakukan dua tahap yaitu;
Pertama, bahan dibekukan secara cepat (beberapa detik), selanjutnya bahan segera dipak. Tahap kedua, bahan yang telah dipak, kemudian dibekukan lagi dengan cara menghembuskan udara dingin dengan pembekuan emersi (dicelupkan atau disemprot dengan medium pendingin).
d.  Perendaman langsung dengan cara pendinginan
Perendaman produk secara langsung pada cairan pendingin atau dengan menyemprotkan cairan pendingin di atas produk.
Contoh media pendingin yang digunakan adalah nitrogen cair dan CO2 cair

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan suhu rendah
1.       Suhu
Suhu penyimpanan dan masa simpan beberapa bahan

KOMODITAS
SUHU OC
MASA SIMPAN
Wortel
-1 – 1
4 – 6 bulan
Bunga kol
0 – 1,5
3 – 7 minggu
Seledri
0 – 1
0,5 – 2,5 bulan
Tomat matang
0 – 7
1 – 4 minggu
Buahstrawberry
-12
< 2 minggu
Ayam mentah
-12
8 minggu
Daging sapi
-12
4,6 minggu
Ikan
-12
1,5 minggu

2.       Kualitas bahan mentah
Bahan mentah yang berkualitas baik jika dibekukan atau didinginkan  hasilnya juga akan baik, namun jika bahan sudah terkontaminasi oleh mikroba (rusak) jika mikroba tersebut jenis  psikrofil (tahan pada suhu rendah) maka bahan akan tetap mengalami kerusakan walaupun didinginkan.
3.       Perlakuan pendahuluan
Perlakua pendahuluan seperti sterilisasi, blanshing atau pasteurisasi mempengaruhi jumlah mikroba yang ada dalam bahan yang akan dibekukan.
4.       Kelembapan
Kelembapan tempat penyimpanan suhu rendah besar artinya dalam mengurangi dan mencegah pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme.  Pada umumnya berbagai jenis makanan sebaiknya disimpan pada suhu dingin dan kelembapan antara 80-95%.  Kelembapan tidak boleh terlalu rendah, hal ini akan menyebabkan terjadinya penguapan air dari produk.
5.       Aliran udara yang optimum
Aliran udara yang baik akan menjamin terdapatnya suhu yang merata diseluruh tempat pendingin.

Kerusakan Dalam Pendinginan Dan Pembekuan
1.       Kerusakan karena suhu dingin (chilling Injury)
Kerusakan karena suhu dingin dapat berupa perubahan warna (discoloration), burik-burik bopeng (pitting), pertukaran bau dan aroma antar bahan yang disimpan, daya tahan dinding sel menurun, daya tahan simpan bahan menurun.
2.       Kerusakan oleh bahan pendingin/refrigerant
Apabila terjadi kebocoran pada pipa, maka bahan pendingin (amonia) akan mengakibatkan perubahan warna pada bagian luar bahan makanan yang didinginkan berupa warna coklat atau hitam kehijauan, yang diikuti oleh pelunakan jaringan –jaringan buah.
3.       Kehiangan berat bahan
Kehilangan berat ini terutama karena hilangnya sebagian air pada bahan.  Hal ini mengakibatkan bahan menjadi kering dan keriput.
4.       Denaturasi protein
Air memegang peran penting dalam mempertahan kan sifat alami dari protein.  Proses denaturasi protein dipengaruhi oleh perlakuan pendahuluan, sifat protein dan jenis bahan/hewan.  Semakin tinggi suhu, proses denaturasi semakin cepat.  Proses denaturasi protein menimbulkan perubahan rasa dan bau serta perubahan konsistensi.


Sunday, 9 September 2018

PELAKSANAAN PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKK) DI SMK


Pada kurikulum 2103 edisi revisi  terdapat mata pelajaran Produk kreatif dan kewirausahaan (PKK) sebanyak 7 JP (jam Pelajaran) dan termasuk ke dalam kelompok Pelajaran C3.
Dalam pelaksanaannya mata pelajaran PKK  dapat dilakukan dengan cara;
-          Semua dilakukan oleh guru KWU yang kompeten juga adi produktif, atau
-          2 JP oleh guru KWU dan  5 JP oleh guru produktif, atau
-          Pembagian kelas menjadi 2 kelas yaitu kelas KWU dan kelas produktif
Di bawah ini saya berikan contoh pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PKK yang dilaksanakan oleh guru KWU dan guru Produktif.

FORMAT 1. ANALISIS KONDISI DAN POTENSI

Nama Sekolah                : Smkn 1 cipaku
Kompetensi Keahlian    : Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian


ASPEK
KONDISI SAAT INI
POTENSI PRODUK
KEKUATAN
KELEMAHAN
PELUANG
Hambatan/ANCAMAN
/TANTANGAN
1
2
3
4
5
6
KURIKULUM
-Menggunakan K13 dan K13 revisi
-model pembelajaran discovery learning, project base learning
- (kurikulum hasil sinkronisasi dengan industri)
- standar kurikulum di sekolah belum sesuai dengan industri
- belum ada guru yang memiliki uji sertifikasi
- selalu melibatkan industri dalam menyusun kurikulum
- pembuatan modul bersama industri
-mendatang kan guru tamu dari industri
- melatih guru untuk sertifikasi kompetensi
- waktu terbatas untuk guru tamu
- industri memiliki keterbatasan waktu
- kurang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan alat
1.  Keripik tempe (pengolahan kacang-kacangan)
SUMBER DAYA MANUSIA
Tenaga S1 TPHP
Jumlah sedikit
Dapat dibantu oleh siswa
Kurangnya jumlah  sumberdaya yang relevan
FASILITAS
Peralatan mencukupi
Belum  menggunakan teknologi tinggi
.Peralatan mudah didapat
-Perlu beralih ke peralatan dengan teknologi tinggi
Peralatan modern harganya mahal
PEMBIAYAAN
-Mendapatkan pembiayaan dari pemerintah
Dana yang didapat tidak sesuai kebutuhan
-Biaya dapat diperoleh dari sekolah, siswa
-menggunakan dana CSR dari industri
Kurang informasi tentang CSR
MANAJEMEN
Tenaga managemen cukup solid

-Kurangnya pengalaman dalam managemen
-Tenaga kerja sedikit
-Pelaksanaan kegiatan bersamaan dengan sdm sama
Mengatur kegiatan sesuai SDM yang ada
Melibatkan siswa dalam praktek organisasi
Sumber daya bekerja di posisi tidak bervariasi
POTENSI DAERAH
Barang sejenis masih kurang
Jumlah penduduk ciamis cukup banyak
-Harga relatif mahal
-Lokasi sekolah kurang strategis
-Akses pemasaran jauh
-Peluang pasar masih bagus
-Membantu pemerintah dalam penganekaragaman pangan
-Sedikit kenaikan harga dapat  menurunkan jumlah penjualan
-Kurang sarana transportasi umum
MITRA INDUSTRI
Memiliki MoU dengan DUDI
Tidak semua siswa untuk kembali ke perusahaan
Melaksanakan PKL di DUDI yang sesuai
Meningkatkan ketreampilan sesuai industri

Tidak semua industri memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan


FORMAT 2. LANGKAH KERJA PEMBUATAN PRODUK
POTENSI PRODUK
LANGKAH KERJA PEMBUATAN PRODUK
1
2
Pengolahan kacang-kacangan
(pembuatan keripik tempe)
Diisi KIKD yang sesuai dengan pembuatan produk

Mempersiapkan laboratorium pengolahan

Mempersiapkan kebutuhan alat dan bahan

Pemilihan kacang kedelai

Pencucian kacang kedelai

Perebusan kedelai

Perendaman kedelai semalam

Pengupasan kulit kedelai

Pencucian dan pembuangan kulit kedelai

Pengukusan kedelai

Penirisan

Penambahan ragi tempe

Penambahan pati singkong

Fermentasi selama 48 jam

Pengirisan dengan ketebalan 1 mm

Penambahan bumbu-bumbu

Penggorengan sampai kering

Penirisan

Pengemasan

Pelabelan

Penjualan/ pemasaran









08112119303 bu tina smkn 1 cms


FORMAT 3. ANALISIS PEMBUATAN PRODUK TERHADAP KURIKULUM
POTENSI PRODUK
LANGKAH KERJA
KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN
KOMPETENSI DASAR
MATA PELAJARAN
KELAS
SERTIFIKASI KOMPETENSI
1
2
3
4
5
6
7








Pengolahan kacang-kacangan (Pembuatan Keripik tempe )
Menumbuhkan jiwa wirausaha
Prilaku wirausahawan
Memahami sikap dan prilaku wirausahawan
KWU
Kls XI KD 3.1

Menganalisis peluang usaha
Kemampuan menganalisis peluang usaha
Menentukan peluang usaha produk/jasa
KWU
Kls XI KD 3.2

Membuat konsep prototype produk dan design kemasan
Membuat design produk dan kemasan
·   Menganalisis konsep design produk dan kemasan barang/jasa
·   Menganalisis proses kerja pembuatan prototype dan kemasan
·   Menganalisis lembar kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
·   Menganalisis biaya produksi prototyp dan kemasan produk/jasa
KWU
Kls XI KD 3.4; 3.5; 3.6; 3.7; 3.8

Membuat prototype produk dan kemasan
Membuat prototype produk/jasa
·   Membuat prototyp barang /jasa
KWU
Kls XI KD  3.8

Menguji prototype
Menguji kesesuaian prototype produk/jasa
·   Menentukan pengujian kesesuaian fungsi prototyp produk barang/jasa
KWU
Kls XI KD  3.9

Merencanakan produksi massal
Membuat perencanaan produksi massal
·   Menganalisis perencanaan produksi masal
·   Menentukan indikator keberhasilan produksi masal
KWU
Kls XI KD  3.10; 3.11

Produksi massal
Melakukan produksi masal
·   Menerapkan proses produksi massal
KWU
Kls XI KD  3.12

Mempersiapkan laboratorium pengolahan
·     Sanitasi  lingkungan laboratorium
·      cara pengolahan pangan yang baik
·     Menerapkan Sanitasi Industri
·     Menerapkan GMP

Dasar-dasar proses pengolahan Hasil Pertanian
Kelas X,  KD. 3.14 dan KD.3.15

Mempersiapkan kebutuhan alat dan bahan
·     Pemilihan alat yang tepat
·     Memilih bahan yang baik
·     Kemampuan menimbang
·       Memahami  pengelompokan komoditas hasil pertanian
·       Menentukan kebutuhan alat pengolahan kacang kacangan serta cara penggunaannya
·       Pengoperasian alat
·   Dasar penanganan bahan hasil pertanian
·   Produksi pengolahan hasil nabati
Kelas X KD 3.1
Kelas XI, KD 3.22

Pemilihan kacang kedelai
·      sifat sifat bahan hasil pertanian
·     tanda tanda kerusakan
·     sortasi dan grading bahan hasil pertanian
·     Menganalisis sifat bahan hasil pertanian
·    Menganalisis tanda tanda kerusakan
·    Mengevaluasi  hasil sortasi dan grading hasil pertanian
·    Mengidentifikasi kacang-kacangan untuk satuan produksi
·   Dasar penanganan bahan hasil pertanian
·   Produksi pengolahan hasil nabati
Kelas X, KD 3.2, KD 3.3, KD 3.6
Kelas XI, KD 3.21

Pembersihan dan Pencucian kacang kedelai
·     Membersihkan bahan
·  Menerapkan teknik pembersihan, mengupas kulit bahan hasil pertanian
·  Pengendalian titik kritis
·   Dasar penanganan bahan hasil pertanian

Kelas X. KD 3.7

Perebusan kedelai
·     Pengetahuan Alat pelindung diri
·     Penggunaan media penghantar panas
·     Penggunaan suhu tinggi (sterilisasi, blanching, pasteurisasi)
·      Menerapkan K3LH
·      Menerapkan penggunaan media penghantar panas
·      Memahami dasar pengawetan
·      Menerapkan pengawetan
·     Dasar pengendalian mutu hasil pertanian
·     Dasar proses pengolahan hasil pertanian
·     Kelas X, KD 3.2
·     Kelas X KD 3.6, 3.10, 3.11

Perendaman kedelai semalam
·     Merendam bahan
·     Pengukuran pH media
·   Menerapkan pengawetan
·         Dasar proses pengolahan hasil pertanian
Kelas X KD 3.11

Pemecahan dan Pengupasan kulit kedelai
·     Pengecilan ukuran
·      Mengupas kulit kedelai
·     Mengoperasikan alat
·      Memehami teknik konversi
·      Menerapkan teknik pembersihan, mengupas kulit bahan hasil pertanian
·      Menentukan kebutuhan alat pengolahan kacang kacangan serta cara penggunaannya
·   Dasar proses hasil pertanian
·   Dasar penanganan bahan hasil pertanian
·   Pengolahan nabati

Kelas X KD 3.1
Kelas X. KD 3.7
Kelas XI KD 3.23 ; 3.22



Pencucian dan pembuangan kulit kedelai
·     Sanitasi
·     GMP
·     Pemilihan air
·     Menerapkan Sanitasi Industri
·     Menerapkan GMP

Dasar-dasar proses pengolahan Hasil Pertanian
Kelas X,  KD. 3.14 dan KD.3.15


Pengukusan kedelai
·     Pengetahuan Alat pelindung diri
·     Penggunaan media penghantar panas
·     Penggunaan suhu tinggi (sterilisasi, blanching, pasteurisasi)
·      Menerapkan K3LH
·      Menerapkan penggunaan media penghantar panas
·      Memahami dasar pengawetan
·      Menerapkan pengawetan
·     Dasar pengendalian mutu hasil pertanian
·     Dasar proses pengolahan hasil pertanian
·     Kelas X, KD 3.2
·     Kelas X KD 3.6, 3.10, 3.11


Penirisan
·     Pengkondisian media tumbuh kapang
·     Mengendalikan kandungan air bahan
·     titik kritis pada  pengolahan keripik tempe
·     Memahami dasar pengawetan dengan mikrobia
·     Menerapkan teknik pengendalian bahan hasil pertanian
·     Memahami titik kritis pengolahan hasil pertanian
·       Dasar dasar proses pengolahan dan pengawetan hasil pertanian
Kelas X KD 3.10;  3.17; 3.2


Penambahan ragi tempe
·     Kemampuan menimbang
·     Kemampuan mencampur
·     Pengetahuan titik kritis
·    memahami pengoperasian peralatan
·    memahami teknik konversi /pengecilan ukuran dan pencampuran
·      Memahami titik kritis pengolahan hasil pertanian
·      Menerapkan HACCP
·      dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian
·      keamanan pangan, penyimpanan dan penggudangan

Kelas X KD 3.12 ; 3.1;
3.17
Kelas XI KD 3.5



Penambahan pati singkong
·     Kemampuan menimbang
·     Kemampuan mencampur
·     Pengetahuan titik kritis
·    memahami pengoperasian peralatan
·    memahami teknik konversi /pengecilan ukuran dan pencampuran
·      Memahami titik kritis pengolahan hasil pertanian
·      dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian

Kelas X KD 3.12 ; 3.1;
3.17



Fermentasi selama 48 jam
·     Pengkondisian media tumbuh kapang
·     titik kritis pada  pengolahan keripik tempe
·     Pengkondisian media tumbuh kapang
·     Memahami dasar pengawetan dengan mikrobia
·     Memahami titik kritis pengolahan hasil pertanian
·       Dasar dasar proses pengolahan dan pengawetan hasil pertanian
Kelas X KD 3.10;  3.17;


Pengirisan dengan ketebalan 1 mm
·     keterampilan menggunakan alat
·     kemampuan membaca alat
·    memahami pengoperasian peralatan

·      dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian

Kelas X KD 3.12 ;


Penambahan bumbu-bumbu dan bahan tambahan makanan
·     kemampuan menimbang
·     kemampuan mencampur
·     pengetahuan bahan tambahan makanan
·     pengetahuan herbal dan rempah
·    memahami pengoperasian peralatan
·    memahami teknik konversi /pengecilan ukuran dan pencampuran
·    menerapkan produk pengolahan makanan herbal
·      dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian
·      produksi pengolahan komoditas perkebunan dan herbal
Kelas X KD 3.12 ; 3.1
Kelas XI KD3.6


Penggorengan sampai kering
·     metode penggorengan
·     menghentikan proses penggorengan
·     kemampuan berdiri selama beberapa jam

·    menerapkan penggunaan media penghantar panas
·    memahami pengoperasian peralatan pengolahan
·    olahraga  lari
·         Dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian
·         penjasorkes

Kelas X KD 3.6; 3.12




Penirisan
·     Mengendalikan  kandungan minyak
·     Mengendalikan suhu
·    Mengevaluasi produk olahan nabati
·         Produksi pengolahan hasil nabati
Kelas XI KD 3.25


Pengemasan
·     Membuat design  kemasan
·     Menentukan jenis pengemas
·     Penggunaan alat pengemas

·         Menerapkan pengemasan dan labelling
·         Dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian

Kelas X KD 3.13




Pelabelan
·     Membuat label pangan
·     Pengetahuan unsur label pangan
·     Penggunaan komputer

·         Menerapkan pengemasan dan labelling
·         Dasar-dasar proses pengolahan hasil pertanian
·         Simulasi dan  komunikasi Digital
Kelas X KD 3.13
Kelas X



Penyimpanan
·     Menyimpan hasil olahan
·     Menumpuk produk
·     Memahami perubahan selama penyimpanan
·       Memahami penyimpanan dan penggudangan
·       Menerapkan metode penyimpanan dan penggudangan
·       Menganalisis hama penyakit gudang
·       Mendeteksi serangan hama penyakit gudang
·       Pengendalian hama penyakit gudang
·       Mengelola administrasi penggudangan
·       Memahami prinsip teknik kimiawi
·         Keamanan pangan , penyimpanan dan penggudangan
·         Dasar proses pengolahan hasil pertanian
Kelas XI KD 3.6; 3.7; 3.8; 3.11; 3.13; 3.15
Kelas X KD 3.5


Pengujian produk/jasa
·     Melakukan pengujian produk barang/jasa
·     Melakukan pemeriksaan produk dengan rancangan
·       Menganalisis prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/ jasa
·       Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan
·         KWU
Kelas XI KD 3.14; 3.15


Membuat paparan produk/jasa
·     Menyusun paparan tentang produk/jasa
·       Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, persuasif tengan barang/jassa
·         KWU
Kelas XI KD 3.16


Penjualan/ pemasaran
·     Media Promosi
·     Strategi pemasaran
·     Perkembangan usaha
·       Menentukan media promosi
·       Menyeleksi strategi pemasaran
·       Menilai perkembangan usaha
·         KWU
Kelas XI KD 3.17; 3.18; 3.19


Laporan keuangan
·     Membuat laporan keuangan
·      Menentukan standar laopran keuangan
·         KWU
Kelas XI KD 3.20



semoga dapat bermanfaat...
SMK bisa...
SMK hebat.....

Contoh JObsheet Projeck Tahu Walik

Jobsheet Nama Praktek : Tahu Walik Kompetensi      :  Melakukan pembuatan tahu walik isi daging ayam Waktu                  : 180 menit A. T...