LAPORAN
INDIKATOR
KINERJA:
JUMLAH SISWA KELAS X DAN XII YANG NILAI MATA PELAJARAN
KOMPETENSI KEAHLIAN APHP NINIMAL 77 DI
SMK NEGERI 3 BANJAR
Diajukan
untuk Pelaporan IKI Bulan Desember 2025

DISUSUN OLEH :
NURHAMID, S.TP
NIP. 19740531
200901 1 004
PANGKAT JABATAN : GURU AHLI MUDA / IIId
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
KANTOR CABANG DINAS WILAYAH XIII
SMK NEGERI 3 BANJAR
KOTA BANJAR
2025
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
INDIKATOR
KINERJA:
JUMLAH SISWA KELAS X DAN XII YANG NILAI MATA PELAJARAN
KOMPETENSI KEAHLIAN APHP NINIMAL 77 DI
SMK NEGERI 3 BANJAR
Diajukan
untuk Pelaporan IKI Bulan Desember 2025
DISUSUN OLEH :
NURHAMID, S.TP
NIP. 19740531
200901 1 004
PANGKAT JABATAN : GURU AHLI MUDA / IIId
Disyahkan dan di setujui,
Pada tanggal : …………..
|
Mengesahkan
DEDE RUSLIANTO, S.Pd., M.Pd. Pangkat : Pembina Utama
Muda, IV/c NIP 196912031995121002 |
Guru Mapel
NURHAMID, S.TP NIP. 19740531 2009011004 |
|||
|
|
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. PEMBAHASAN
BAB III. PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
Kualitas sebuah
lembaga pendidikan hakikatnya diukur dari kualitas proses pembelajarannya,
disamping output dan outcome yang dihasilkan.
Sebagian kecil orang berpendapat
bahwa sekolah tidak perlu terlalu mengejar nilai karena hal yang paling penting
adalah ilmunya. Sekilas, pernyataan itu benar. Namun, apa jadinya jika pendidikan tanpa adanya
penilaian? Penilaian dibutuhkan di
seluruh jenjang pendidikan, mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.
Hasil penilaian yang diperoleh
dari peserta didik nantinya bisa digunakan sebagai acuan guru dalam memetakan
kemampuan peserta didik serta menjadi bahan evaluasi guru.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria
ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada
standar kompetensi lulusan. Saat menentukan KKM, satuan pendidikan harus
merumuskan bersama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Ada tiga aspek yang harus diperhatikan saat menentukan
KKM, yaitu karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan
kondisi satuan pendidikan.
Pada Kurikulum 2013, KKM cukup penting untuk menentukan
apakah peserta didik dinyatakan naik atau tidak. Sedangkan, di Kurikulum Merdeka, KKM tidak lagi digunakan sebagai tolok ukur
pencapaian hasil belajar. Hal ini mengingat pada Kurikulum Merdeka menekankan
penggunaan penilaian formatif.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Tujuan Standar Penilaian
Tujuan
standar penilaian ini adalah menciptakan proses penilaian yang mengarah pada
tercapainya standar kompetensi lulusan.
2. Fungsi Standar Penilaian
Adapun fungsi standar penilaian adalah sebagai berikut.
- Sebagai acuan atau pedoman untuk tenaga
pendidik dalam menjalankan penilaian pembelajaran peserta didik.
- Menciptakan penilaian yang transparan,
sistematis, dan komprehensif.
- Menjadi acuan dalam menjalankan
prinsip-prinsip penilaian.
3. Manfaat Standar Penilaian
Manfaat adanya standar penilaian adalah pendidik bisa
memantau perkembangan peserta didik, baik dari aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
4. Ruang Lingkup Standar
Penilaian
Ruang
lingkup standar pendidikan dasar dan menengah meliputi penilaian hasil belajar
oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian
hasil belajar oleh pemerintah.
5. Isi Standar Penilaian
Isi standar penilaian yang termuat di dalam rumusan
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 meliputi hal-hal berikut:
a.
Aspek Penilaian
Aspek
yang menjadi objek penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
b.
Prinsip Penilaian
Dalam
melakukan penilaian, seorang tenaga pendidik dan unit satuan pendidikan harus
berpegang pada prinsip penilaian yang telah dirumuskan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu sebagai berikut.
§ Sahih
§ Objektif
§ Adil
§ Terpadu
§ Terbuka
§ Menyeluruh
dan berkesinambungan
§ Sistematis
§ Baracuan
kriteria
§ Akuntabel
c.
Bentuk
Penilaian
Jika ditinjau dari penyelenggara penilaian, ada tiga
macam bentuk penilaian, yaitu penilaian oleh tenaga pendidik, penilaian oleh
unit satuan pendidikan, atau penilaian oleh pemerintah.
c.1. Bentuk penilaian oleh pendidik
Pendidik
bisa melakukan penilaian dalam bentuk ulangan, kuis, pengamatan, penugasan,
atau lainnya. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan evaluasi guna perbaikan
proses pembelajaran serta memetakan tingkat kemampuan peserta didik.
c.2.
Bentuk penilaian oleh unit satuan pendidikan
Bentuk
penilaian oleh unit satuan pendidikan bisa berupa ujian sekolah dan ujian
praktik. Hasil yang diperoleh dari penilaian akan digunakan untuk menentukan
kelulusan peserta didik.
c.3.
Bentuk penilaian oleh pemerintah
Penilaian itu
bisa berupa Asasmen Nasional
6.
Kriteria
Ketuntasan Mengajar
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah
kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini
mengacu pada standar kompetensi lulusan. Saat menentukan KKM, satuan pendidikan
harus merumuskan bersama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah
kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini
mengacu pada standar kompetensi lulusan. Saat menentukan KKM, satuan pendidikan
harus merumuskan bersama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Ada
perbedaan dalam prinsip penetapan KKM untuk K13 dan Kurikulum Merdeka. Di bawah
ini adalah beberapa prinsip dalam menetapkan KKM di K13:
§ Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan
keputusan, baik secara kualitatif atau kuantitatif.
§ KKM setiap Kompetensi Dasar adalah rata-rata dari
indikator pada KD tersebut.
§ KKM mata pelajaran adalah rata-rata semua KKM KD dalam
satu semester dan dicantumkan dalam rapor peserta didik.
§ Indikator adalah acuan pembuatan instrumen penilaian,
sehingga tiap indikator memiliki perbedaan nilai KKM.
Sedangkan, pada Kurikulum Merdeka, KKM disebut dengan Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang memiliki prinsip sebagai berikut:
- Setiap
satuan pendidikan dan pendidik menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran dan
Modul Ajar yang berbeda, sehingga KKTP setiap pendidik berbeda-beda sesuai
dengan karakteristik tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan
asesmen yang dilaksanakan.
- KKTP diturunkan dari indikator asesmen suatu
tujuan pembelajaran untuk melihat ketercapaian kompetensi dalam sebuah
pembelajaran.
- KKTP memiliki fungsi sebagai refleksi proses
pembelajaran dan diagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik
supaya mereka bisa memperbaiki cara belajar.
KKM dibuat berdasarkan tiga aspek, yaitu
karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan
pendidikan
Dalam K13, ada dua model untuk menentukan KKM, yaitu:
- Lebih
dari satu KKM, artinya setiap mata pelajaran memiliki nilai KKM yang
berbeda-beda.
- Satu
KKM, artinya semua mata pelajaran dalam satuan pendidikan memiliki nilai
KKM yang seragam.
Sedangkan dalam Kurikulum Merdeka, model menentukan
KKTP ada tiga, yaitu:
- Menggunakan
deskripsi kriteria dalam menentukan ketuntasan belajar.
- Menggunakan
rubrik dalam menentukan ketuntasan belajar.
- Menggunakan
interval nilai dalam menentukan ketuntasan belajar.
BAB III
PENUTUP
Demikian laporan Jumlah nilai siswa Kelas X dan XII
yang nilai produktif APHP di atas 75 di SMK Negeri 3 Banjar, mudah mudahan
dapat bermanfaat bagi siswa, bagi guru mata pelajaran, dan juga bagi sekolah.
Hasil penilaian tersebut bisa digunakan sebagai bahan evaluasi
guna perbaikan proses pembelajaran serta memetakan tingkat kemampuan peserta
didik, selain itu juga bisa digunakan
untuk menentukan naik kelas atau tidaknya peserta didik.

LAMPIRAN -LAMPIRAN
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAAH XIII
SMK NEGERI 3 BANJAR
Jalan Julaeni Langensari K ota Banjar 46341 Telepon
(0265) 2734141
![]()
KISI KISI SOAL
PENILAIAN
HARIAN
TAHUN AJARAN
2025/2026
Satuan
Pendidikan : SMK Negeri 3 Banjar
Kompetensi
Keahlian : APHP
Elmen : Produksi Olahan hasil Hewani
CP : Produksi Olahan daging, susu dan kemasannya
Alokasi Waktu : 90 menit
Kelas : XI
APHP
|
No. |
Elmen |
Kemampuan Yang Diuji |
Materi Pokok |
Indikator Soal |
Nomor Soal |
Jenis Soal |
|
|
Produksi
Olahan hasil Hewani |
Produksi
olahan daging |
Daging |
Mampu memahami Pengertian daging |
1 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu memahami fungsi Pelayuan pada daging |
2 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menjelaskan Sifat fisiologis daging |
3 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menjelaskan Proses curing pada daging |
4 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu memberikan contoh produk molahan daging |
5 |
Essay |
|
|
|
|
Proses produksi bakso |
Mampu memahami pengertian emulsi |
6 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menjelaskan peran protein daging pada sistem
emulsi bakso |
7 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu Menjelaskan bahan baku dan bahan tambahan pada
bakso |
8 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menganalisis fungsi bahan baku dan bahan tambahan pada bakso |
9 |
Essay |
|
|
|
Produksi olahan susu |
Produksi olahan susu |
Mampu menjelaskan pengertian susu |
10 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menjelaskan pengertian homogenisasi pada susu |
11 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mampu menjleaskan pengertian pasteurisasi pada susu |
12 |
Essay |
|
|
|
|
|
Memahami faktor uji kualitas susu |
13 |
Essay |
|
|
|
Kemasan Produk dan produk olahan hasilhewani |
Kemasan Produk dan produk olahan hasilhewani |
Mampu memahami jenis jenis kemasan produk hewani dan produk olahannya |
14 |
Essay |
|
|
|
|
|
Mengidentifikasi jenis kemasan produk hewani dan
olahannya |
15 |
Essay |
Banjar
, 31 Desember 2025
Guru
Mata Pelajaran

Nurhamid,
S.TP
NIP.
197405312009011004
PEMERINTAH
DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS
PENDIDIKAN
CABANG
DINAS PENDIDIKAN WILAAH XIII
SMK NEGERI 3 BANJAR
Jalan Julaeni Langensari
K ota Banjar 46341 Telepon (0265) 2734141
![]()
SOAL
Ulangan Harian
ELMEN : PRODUKSI OLAHAN HASIL HEWANI
CP : Produksi olahan daging, susu dan kemasannya
KELAS : XI
APHP
WAKTU : 90 MENIT
Jawablah
Pertanyan – pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jelas
1.
Apa yang dimaksud dengan daging?
2.
Apa
fungsi danntujuan pelayuan pada daging?
3.
Jelaskan
sifat sifat fisiologis daging setelah di
sembelaih !
4.
Jelaskan
pengertian curing pada daging !
5.
Berikan
2 contoh produk olahan daging beserta prinsip pengolahan produk tersebut !
6.
Apa yang
di maksud dengan emulsi ?
7.
Bakso
merupakan suatu system emulsi minyak dalam air.
Daging dengan kandungan proteinnya memiliki peran yang penting dalam
system emulsi bakso tersebut. Jelaskan
fungsi dari protein daging dalam system emulsi bakso !
8.
Dalam
membuat bakso daging sapi, tuliskan bahan-bahan yang termasuk bahan utama dan
bahan yang termasuk bahan tambahan/pendukung.
9.
Sebagai
salah satu bahan pada pembuatan bakso, tapioca memiliki fungsi ang cukup
penting. Jelaskan apa saja fungsi dari tapioca tersebut.
10.
Tuliskan
pengertian dari susu !
11.
Jelaskan
pengertian dan tujuan homogenisasi pada susu
12.
Jelaskan
pengertian dan tujuan pasteurisasi pada susu
13.
Faktor
apa saja yang menentukan uji kualitas susu ?
14.
Tuliskan
jenis- jenis kemasan plastic beserta kepanjangannya !
15.
Dari
berbagai jenis kemasan plastic yang ada,
menurut saudara mana jenis kemassan yang paling aman? Mengapa (tulis
alasannya).
+++SELAMAT MENGERJAKAN+++



No comments:
Post a Comment
Komentar